GTO (2026), Tentang Guru Rebel, si Problem Solver Gen Z
Bisakah hidup hanya dengan mengandalkan gadget? Untuk beberapa aktivitas, oke sih. Misalnya transaksi keuangan, sekarang ini gak perlu ribet bawa tas berisi dompet. Cukup bawa hape, kita bisa tarik tunai maupun membayar belanjaan.
Bagaimana dengan pendidikan? Seperti yang terjadi pada drama Jepang Great Teacher Onizuka (GTO) yang mulai tayang 20 Juli 2026, seluruh murid terpaku pada tablet. Bahkan guru diwajibkan mengandalkan tablet sebagai media mengajar.
Kondisi yang antisosial ini menggugah Onizuka Eikichi, wali kelas mereka untuk menawarkan bantuan, yang dijawab seorang murid:
“Aku baik-baik saja, aku punya AI”
Problematik banget ya? Manusia adalah makhluk sosial. Mereka tidak dapat bertahan hidup, tumbuh, atau memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa bantuan orang lain.
Gak heran, konten Maudy Ayunda beberapa waktu lalu tentang Gaya Hidup Mindful di YouTube diserang netizen. Selebriti ini menganggap banyaknya informasi akan menyebabkan kelelahan emosi.
Sementara gaya hidup mindful justru membantu manusia menjalankan peran sebagai makhluk sosial dengan cara meningkatkan kualitas komunikasi dan empati terhadap sesama.
Nah gaya hidup mindful ini jangan ditabrakkan dengan hidup analog (analog living), yaitu gaya hidup yang sengaja mengurangi ketergantungan pada layar digital
Jadi, alih-alih menarik diri, yang harus dilakukan adalah menyeimbangkan hubungan dengan diri sendiri, sesama manusia, dan teknologi. Karena seluruh elemen dibutuhkan agar kita bisa hadir secara utuh.
Diadaptasi dari manga series "Great Teacher Onizuka" (ã°ãŽãžã・ããĢãžããĢãž・ãŠãã ãŦ) by Fujisawa Tooru (čĪæēĒ ãĻãã), drama berjudul sama pernah dibuat tahun 1998 dengan pemeran yang sama, yaitu Sorimachi Takashi.
Kini judulnya hanya GTO, namun berkisah sesuai zaman yaitu ketergantungan murid pada gadget, dan pastinya AI. Buat saya seru sih, walau ratingnya gak sebagus dulu.
Seperti apa? Yuk kita kupas:
Baca juga drama tentang sekolah lainnya:
Moment At Eighteen, Korban Ambisi Orang Tua
Lighter & Princess, Kisah Cinta Tuan Putri dan si Pemantik Api
Sorimachi Takashi sebagai Onizuka Eikichi
“Dia kasar, urakan, tetapi memiliki empati tinggi”, kurang lebih demikian penilaian banyak orang, (termasuk bekas muridnya) tentang Guru Onizuka Eikichi.
Sebagian murid lagi menilai;
“Mirip mantan anggota geng motor yang takut istri”
Apa pun penilaian orang, sebagai guru, Onizuka berusaha membantu masalah setiap muridnya dengan tulus, walau terkadang harus menabrak aturan yang kaku. Seperti ketika muridnya yang enggan sekolah dengan alasan:“Semua hal itu bisa aku cari di internet”
Dengan sabar, Onizuka memberi penjelasan:
Di internet, kamu hanya mencari hal yang menarik bagimu
Kau akan membatasi dirimu
Sekolah mengajarkan mata pelajaran yang semula tak menarik bagimu
Diantara semuanya, mungkin ada hal yang menarik yang akan menjadi karirmu seumur hidup
Nukumi Meru sebagai Kashiwabara Mio
Keberadaan orang dewasa untuk membantu anak-anak
Jadi jangan menderita sendirian
Bicarakan pada kami
Demikian kata Ibu Guru Kashiwabara Mio pada muridnya, dia merupakan wakil wali kelas 1 B yang menjadi tanggung jawab Onizuka.
Merupakan guru yang paling muda dan paling modis di SMA Seshin, sebetulnya pekerjaan tersebut hanya batu loncatan bagi Kashiwabara Mio.
Dia berharap bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji yang lebih besar. Akhirnya kesempatan itu datang, tapi Kashiwabara sudah terlanjur jatuh cinta pada dunia pendidikan, dunia yang membuat dirinya lebih berarti.
Sinopsis Drama Jepang Great Teacher Onizuka (2026)
Suami takut istri, mungkin bisa ditujukan pada Onizuka yang kelabakan ketika istrinya memberi ultimatum:
“Cari pekerjaan baru atau cerai!”
Ultimatum sang istri bukan tanpa alasan, di usia 50 tahun Onizuka yang telah puluhan tahun menapaki karir sebagai guru, sudah sewajarnya menjadi kepala sekolah, atau minimal wakil kepala sekolah, sementara Onizuka Eikichi, untuk kesekian kalinya, malah kehilangan pekerjaannya.
Untuk menunjukkan keseriusan ancamannya, sang istri pulang ke rumah orang tuanya.
Tentu saja tak mudah melamar pekerjaan di usia 50 tahun. Terlebih pengalaman kerjanya sebagai guru yang rebel menunjukkan dia kerap bermasalah dengan sistem yang rigid dan sekolah yang berorientasi menghasilkan murid sukses bekerja di perusahaan ternama, atau diterima di perguruan tinggi favorit.
Beruntung Onizuka bertemu Miyazawa Ryunosuke, ordal (orang dalam) yang bekerja pada perusahaan yang menaungi SMA Seshin. Dia merasa berutang budi pada Onizuka karena pernah “menyelamatkannya” sewaktu masih menempuh jenjang SMA.
Berhasil menjadi guru SMA Seshin bukan berarti masalahnya selesai. Sekolah ini menerapkan system penilaian murid terhadap setiap guru. Andai rata-rata nilainya buruk, atau malah semua murid di kelasnya memberi nilai tak memuaskan, Onizuka bisa dipecat.
Rintangan lainnya muncul dari Nakamaru Koji wakil kepala SMA Seshin. Dia menyimpan dendam pada Onizuka karena sebelum bekerja di SMA Seshin, Nakamaru Koji pernah melakukan pelanggaran hukum, dan diungkap oleh mantan pemimpin geng motor ini. Sementara kepala sekolah SMA Seshin bukanlah sosok yang punya pendirian.
Suasana SMA Seshin juga aneh. Menurut Onizuka sekolah ini lebih mirip perusahaan. Setiap murid asyik dengan tabletnya. Tak ada interaksi antara guru dan murid.
Sebelum bisa beradaptasi, Sebagai wali kelas 1B, Onizuka mendapat kasus pertama. Seorang murid bernama Katayama Kenta tak pernah hadir. Teman-teman tak peduli walau mengetahui absensi Kenta hanya tercatat 2 minggu saja. Mereka berpendapat:
Hanya kebetulan sekelas dengan Kenta
Hanya berbagi tempat yang sama
Sebagai guru yang bertanggung jawab, Onizuka mendatangi rumah Kenta. Betapa kagetnya Onizuka ketika mendapati muridnya ini tidak saja enggan sekolah, juga sedang merancang bunuh diri:
Sekarang dengan adanya perubahan iklim dan perpecahan global
Tak ada gunanya aku hidup
Rupanya Kenta mengalami tekanan mental yang parah. Sewaktu masih duduk di kelas 5 SD, Kenta terkena Covid. Ibunya yang tertular dan meninggal dunia.
Akibatnya, Kenta berpikir, dialah penyebab ibunya sakit dan meninggal dunia. Bukannya menghibur, ayah Kenta malah enggan bersentuhan dengan anaknya.
Sejak peristiwa itu Kenta tak pernah menyentuh siapa pun. Pergaulan siswa SMA Seshin yang nafsi-nafsi menambah parah kondisinya.
Ayah Kenta rupanya mengetahui keengganan anaknya untuk bersekolah. Namun dia tak peduli. Posisinya sebagai salah salah satu petinggi perusahaan yang menaungi SMA Seshin memberi Kenta privilege. Meski tak pernah sekolah, Kenta tetap akan memperoleh ijazah SMA.
Bukan Onizuka jika menyerah dengan mudah. Alih-alih menghalangi Kenta, dia membiarkan Kenta merasakan bagaimana rasanya mati bunuh diri. Hingga akhirnya Kenta bisa menghargai artinya hidup, dan mulai berani menyentuh orang, yaitu Onizuka.
Onizuka juga membantu mengatasi masalah Hosokawa Hiroto, seorang murid yang bercita-cita menjadi kiper. Problem yang membelit Hiroto baru terbuka sewaktu tangannya terluka, dan harus memakai gips.
Ayah Hiroto seorang diktator, dia tak menyetujui impian anaknya menjadi kiper, dia lebih suka Hiroto mengambil posisi sebagai penyerang. Peristiwa yang dialami anaknya menjadi alasan buatnya memindahkan Hiroto.
Onizuka tentu saja tidak setuju. Pindah sekolah bukan solusi. Hiroto membutuhkan sosok yang bisa diajak berbincang. Pada Hiroto dan murid lain, Onizuka berjanji:
Kau bisa bicara padaku kapan saja
Aku siap 24 jam sehari, 365 hari setahun
Khusus pada Hiroto, Onizuka memberi penjelasan yang menenangkan hati:
Kiper adalah posisi melindungi
Yang hanya bisa dilakukan seseorang dengan keberanian
Dengan mempertaruhkan tubuh mereka
Kau menjadi kiper
Untuk melindungi orang orang yang berharga untukmu
Jumlah murid kelas 1 B 28 orang, Onizuka berharap jumlah tersebut tidak berkurang hingga saatnya kenaikan kelas. Karena itu Onizuka berusaha keras menjadi guru yang mampu memberi solusi bagi murid-muridnya.
Selain itu, Onizuka tentu saja juga berharap istrinya mau kembali ke rumah. Namun rupanya masalah pernikahanan lebih rumit. Terkait pekerjaan suaminya, sang istri bertanya:
“Apa artinya guru yang hebat?” tanya istri Onizuka Eikichi.
Onizuka berusaha menjawab:
Guru yang hebat adalah guru yang bertanggungjawab terhadap pekerjaannya
Guru yang berempati pada muridnya, sebelum memberi solusi
Guru yang memperlakukan setiap murid dengan penuh perhatian, mendengarkan kekhawatiran dengan baik, menjaga sikap adil.
Guru yang membuat murid murid mau melihat padanya.
Apes, sebelum hubungan suami istri ini membaik, sang istri melihat Ibu Guru Kashiwabara Mio, sebagai wakil wali kelas 1 B, masuk ke dalam apartemen mereka.
Review Drama Jepang Great Teacher Onizuka (2026)
Pernah menonton drama Jepang Great Teacher Onizuka (1998) yang juga diperankan Takashi Sorimachi, saya merasa amaze dengan penampilannya pada drama Jepang Great Teacher Onizuka (2026).
Ada perubahan, tentu saja. Tubuhnya gak seramping dulu, rambutnya pun sudah “berwarna”, namun masih memesona dengan gaya slengeannya.
Uniknya, penulis gak berusaha mengubah Onizuka sebagai guru yang paham gadget. Dia dibiarkan sebagai guru jadul, meskipun usia 50 tahunan belum termasuk boomer, Onizuka merupakan generasi X yang mengalami masa transisi teknologi analog ke digital.
Mungkin penulis skenario ingin membenturkan gaya Onizuka dalam menggunakan humor kekanak-kanakan ala hipster era 90-an, dengan generasi Z yang memiliki pemahaman berbeda, seperti kesukaan Onizuka menggunakan nama panggilan, sementara murid-muridnya menganggap pemakaian nama panggilan akan berujung pada pelecehan.
Perlu diapresiasi juga upaya penulis skenario meracik konflik, khususnya akibat Gen Z terlalu mendewa-dewakan teknologi (gadget dan AI-nya)
Selebihnya, tak ada yang istimewa dari drama Jepang Great Teacher Onizuka (GTO), kecuali busana modis Nukumi Meru, yang berperan sebagai Ibu Guru Kashiwabara Mio, serta detail baju Ibu Guru Koizumi Motoko (diperankan Takahashi Maryjun): Sederhana dan kusut karena kebanyakan duduk.
Sempat mendapat rating 8,8/10 dari IMDb di awal penayangan, drama Jepang GTO (2026) mengalami penurunan hingga menjadi 8,0/10 saja. Apa sebabnya?
Mungkin karena penonton bosan, kisah serupa banyak diusung drama China dan drama Korea. Beda halnya dengan GTO (1998) yang mendapat rating 8,4 dari imdb, kala itu drama ini gak ada lawan.
Baca juga drama tentang sekolah lainnya:
Weak Hero Class 2, Akhir dari Kelindan Bullying?
Genius Girlfriend, Ketika Gadis Jenius Jatuh Cinta
Profile
Title: GTO
Native Title: GTO
Also Known As: Great Teacher Onizuka , GTO: Great Teacher Onizuka
Screenwriter: Yukawa Kazuhiko
Director: Nakajima Satoru
Genres: Comedy, Youth
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: Japan
Episodes: 11
Aired: Jul 20, 2026 - ?
Aired On: Monday
Original Network: Fuji TV, Kansai TV
Duration: 54 min















.png)
.png)
.png)









.png)

.png)
