Mousetrap, Tragedi Mitos Tikus Pemakan Kuku Manusia
Budaya Indonesia mengenal mitos melarang kuku jari (tangan maupun kaki) di malam hari. Mitos tersebut tidak hanya beredar di pulau Jawa, juga Makasar, Minang, Bali, Banjar serta etnis Chindo yang percaya bahwa memotong kuku di malam hari akan membawa sial. Bahkan dipercaya bisa merusak hubungan harmonis antara anak dan orang tuanya.
Mitos mengerikan lainnya berasal dari suku Sunda yang percaya memotong kuku di malam hari akan mengakibatkan gangguan mental, stres, gila, bahkan ada versi yang menyebutkan bisa memicu sakit parah hingga kematian.
Budaya Korea Selatan juga punya mitos serupa. Orang Korea zaman dulu dilarang membuang potongan kuku sembarangan atau memotong kuku di malam hari karena takut akan dimakan tikus.
Konon, jika seekor tikus memakan sisa potongan kuku tangan atau kaki manusia, tikus itu akan menyerap jiwa atau esensi pemilik kuku, sehingga si tikus bisa berubah wujud menjadi manusia dengan wajah, suara, dan penampilan fisik yang persis sama seperti pemilik kuku, jadi semacam doppelgänger gitu.
Bahkan ada dongeng lengkapnya. Dahulu kala seorang pemuda meninggalkan rumah untuk belajar dengan tekun di sebuah tempat terpencil. Selama tinggal di sana, ia sering memotong kuku tangan serta kaki dan membuangnya secara sembarangan.
Seekor tikus sawah rupanya memakan potongan kuku. Tak terduga, si tikus perlahan-lahan berubah wujud hingga memiliki rupa, suara, dan gerak-gerik yang persis sama dengan sang pemuda.
Tikus jelmaan pulang kerumah dan mengaku sebagai anak kandung yang asli. Wujudnya yang mirip banget membuat seluruh anggota keluarga dan orang di desa tertipu. Sehingga sewaktu sang pemuda asli pulang ke rumah, dia justru dianggap orang gila dan diusir dari rumahnya sendiri.
Diadaptasi dari webtoon “Field Mouse" (들쥐) by Ludvico (루드비코), drama Korea “Mousetrap” menggunakan mitos tersebut sebagai ide kisahnya.
Menarik bukan? Terlebih drama ini diperankan 2 chungmuro (bintang film papan atas Korea Selatan), Ryu Jun-Yeol dan Sul Kyung-Gu, jadi penasaran akhir kisahnya ya?
Baca juga drama Korea lainnya:
Mouse, Nasib Malang Tikus Tikus Lab
Hunter With A Scalpel, Balas Dendam Dokter Forensik, Anak Pembunuh Berantai
Ryu Jun-Yeol sebagai Je Moon-Jae
Tatapanmu seperti ayahku
Seolah aku menyedihkan
Dia seperti tahu bahwa aku tak tahu apa-apa
Dari aku kecil, tatapannya selalu begitu
Seakan dia tahu semua tentang dunia
Dia tak tahu akan mati seperti itu
Kata Je Moon-Jae pada Noja.
Nasib ayah Je Moon-Jae emang sangat apes. Semasa masih SMA, ibu Je Moon-Jae terlibat penipuan asuransi. Solusi yang diambil sungguh di luar akal sehat. Dia bunuh diri sekaligus membunuh suaminya di Sungai Han.
Pasca kejadian tersebut, kesehatan mental Je Moon-Jae terganggu. Setiap berada di keramaian, dia akan mengalami serangan panik. Je Moon-Jae juga tak bisa berada di tempat luas dan benci ruangan sempit.
Selama 3 tahun Je Moon-Jae hampir tak pernah keluar rumah. Hal itu dimungkinkan karena dia sukses sebagai penulis dan seluruh pengelolaan keuangan dipercayakan pada Son Soo-Hyun, temannya semasa SMA.
Ketenangan hidup Je Moon-Jae terganggu sewaktu seseorang mencuri identitasnya dan merampas semua asset nya. Untuk bertahan hidup, Je Moon-Jae terpaksa keluar rumah.
Sul Kyung-Gu sebagai Noja
Noja berarti biaya perjalanan, Noja juga berarti julukan Kim Yeong Geun, seorang kepala preman, dan rentenir yang terkenal kejam. Noja tak segan mengubur hidup-hidup anggota yang bermasalah, setelah terlebih dulu dilempar uang ke dalam liang kuburnya.
Ketika akhirnya Noja harus berhadapan dengan pihak berwajib, bukan disebabkan kekejamannya, melainkan sebuah surat yang diterima polisi:
Mayat di Sungai Han bukan bunuh diri
(Kim Yeong Geun)
Tentu saja surat itu bukan dikirimkan oleh Noja.
Sinopsis Drama Korea Mousetrap
Je Moon-Jae bingung, mendadak dia tak bisa menghubungi Son Soo-Hyun, temannya sejak SMA. Selama ini Moon-Jae mempercayakan urusan keuangan pada sang teman, bahkan seluruh asset termasuk rumah yang kini ditempati, atas nama Son Soo-Hyun.
Bukan tanpa sebab. Setelah kematian orang tuanya, Moon-Jae mengalami kesulitan ketika harus berada di keramaian. Dia terkena serangan panik. Untunglah penghasilannya sebagai penulis, lumayan besar.
Dalam usia muda, Moon-Jae sukses menjadi penulis ternama. Karyanya selalu best seller hingga publik menjulukinya sebagai penulis jenius. Meski demikian penerbit belum pernah bertemu langsung, Moon-Jae menyembunyikan keberadaannya dengan menggunakan nama pena.
Namun kini kenyamanan hidup Moon-Jae terancam. Tidak hanya Son Soo-Hyun tak bisa dihubungi, dia juga gagal memverifikasi sidik jari ke aplikasi bank, dan itu berarti dia tidak bisa mengeluarkan sepeser uang pun.
Sudah jatuh tertimpa tangga, Moon-Jae harus segera meninggalkan rumah. Seorang agen property dan dua orang pembeli tiba-tiba masuk ke rumahnya dan bilang bahwa rumahnya sudah pindah tangan.
Berbekal obat pereda serangan panik, Moon-Jae akhirnya memberanikan diri keluar rumah. Betapa kaget Moon-Jae sewaktu pihak bank memberi tahu bahwa seseorang yang mengaku Je Moon-Jae telah mendaftar ulang nomor identitas dan sidik jarinya.
Kebingungan Je Moon-Jae bertambah sewaktu teman-teman SMA-nya memberitahu bahwa beberapa bulan terakhir, sosok “Je Moon-Jae” datang ke pertemuan alumni SMA.
Saat sedang mengalami kebingungan itulah Je Moon-Jae bertemu Kim Yeong Geun yang memiliki julukan “Noja”. Sebagai rentenir, dia sedang memburu Son Soo-Hyun dan orang yang mengaku bernama Je Moon-Jae.
Son Soo-Hyun dan impostor Je Moon-Jae / The Rat pernah meminjam sejumlah uang, kemudian menggelapkannya. Semula Noja mengira Je Moon-Jae asli yang membawa lari uangnya.
Sesudah yakin bahwa Je Moon-Jae hanyalah korban, terpaksa Noja mengajak Je Moon-Jae asli untuk mencari The Rat dan Son Soo-Hyun.
Ini permainan sialan
Kita harus mencari dirimu
Betapa kagetnya Je Moon-Jae ketika akhirnya mengetahui The Rat adalah Seo Yu-Min, temannya yang memperkenalkan dengan seorang perempuan bernama So Min-Yeong. Rupanya dia iri dan marah karena So Min-Yeong, gadis pujaannya lebih menyukai Je Moon-Jae.
Untuk melampiaskan kemarahannya, Seo Yu-Min mengumpankan So Min-Yeong pada sindikat penjual organ manusia. kemudian, supaya bisa membunuh dan mencuri harta benda Je Moon-Jae, dia melakukan operasi plastik mirip wajah Je Moon-Jae.
Seekor tikus memungut lalu memakan potongan kuku tangan dan kaki yang dibuang sembarangan oleh pemilik rumah. Tikus itu kemudian berubah wujud menjadi sang pemilik. Seluruh anggota keluarga, bahkan pejabat daerah setempat, mengira si penipu sebagai yang asli sehingga pemilik rumah yang sebenarnya pun diusir dari rumahnya.
Review Drama Korea Mousetrap
Dua aktor chungmuro, Ryu Jun-Yeol dan Sul Kyung-Gu, dalam satu frame. Harusnya menghasilkan karya istimewa dong ya?
Apes, kali ini penonton harus kecewa. Terlihat dari “sanksi” berupa rating 8,0/10 dari reviewer Mydramalist. IMDb malah lebih parah, ratingnya hanya 6,8/10.
Menyedihkan bukan?
![]() |
| sumber: mydramalist |
Tentu saja penyebabnya bukan akting kedua aktor chungmuro. Akting mereka sih gak ada lawan. Terlebih Ryu Jun-Yeol harus memerankan dua karakter sekaligus, yaitu sebagai Je Moon-Jae dan impostornya.
Alur kisah drama Korea “Mousetrap”yang jadi biang keladinya.
Mengangkat cerita rakyat Korea tentang seekor tikus yang menjadi manusia setelah memakan potongan kuku seseorang, awal kisah drama Korea Mousetrap sangat menarik dan mendebarkan.
Penonton penasaran akan misteri berdasarkan cerita rakyat ini, terlebih cliffhanger-nya membuat penonton tak sabar menunggu episode selanjutnya.
Sayang harus berakhir kecewa karena drama ini mengubah ide peniruan dan pencurian identitas ala cerita rakyat menjadi thriller modern yang melibatkan teknologi, informasi digital, dan sistem yang dapat dimanipulasi.
Sensasi horornya mendadak menguap begitu saja.
Beruntung, meski narasi menjadi kusut di episode-episode selanjutnya, banyak adegan konfrontasi geng dan polisi yang sangat brutal, berhasil dikoreografikan dengan brilian.
Baik Sul Kyung Gu (preman/geng), maupun Lee Kyoo Hyung (polisi) sukses menghayati peran mereka, hingga penonton lupa bahwa mereka sedang berakting.
Secara keseluruhan, drama Korea “Mousetrap” menarik untuk ditonton, asalkan jangan banyak nanya: “Kok gini?” “Kok gitu?” Nikmati aja akting para chungmuro dan para pemeran pendukung yang gak kalah bagus, adegan yang mendebarkan serta kepiawaian sutradara dalam menyajikan cliffhanger yang bikin penasaran.
Baca juga drama Korea lainnya:
Queen Mantis, Dilema Anak Pembunuh Berantai
Hyper Knife, Pertarungan Murid vs Guru
Profile
Drama: Mousetrap (English title) / The Rat (working title) / Field Mouse (literal title)
Revised romanization: Deuljwee
Hangul: 들쥐
Director: Kim Hong-Sun
Writer: Ludovico (webcomic), Lee Jae-Gon
Network: Netflix
Episodes: 10
Release Date: August 28, 2026






.png)
