c Belajar Fotografi, Mengenang Widianto H Didiet | Ngerumpidotco

Belajar Fotografi, Mengenang Widianto H Didiet

    
ngerumpidotco.my.id

Belajar Fotografi, Mengenang Widianto H Didiet

Draft tulisan ini muncul lagi ketika saya sedang mellow, teringat almarhum Widianto H. Didiet, pakar fotografi yang menjadi pembimbing komunitas Kompasianer Hobby Jepret (kampret)

Sebagai fotografer professional, almarhum gak pernah pelit berbagi ilmu. Dengan sabar, sosok yang pernah terkenal karena berhasil memangkas berat badan hingga 31 kg (dengan menggunakan metode diet golongan darah) ini membimbing pemula, khususnya emak-emak gaptek seperti saya.

Sebetulnya awal tujuan pembuatan foto, hanya agar tulisan lebih menarik dan mampu menyampaikan pesan. Bisa sih pakai foto gratisan, tapi kan sebaiknya foto karya sendiri sesuai isi tulisan.

Ternyata gak mudah belajar fotografi, banyak "bahasa dewa" yang muncul, seperti watermark, oldig, metering exposure, POI, grid....... duh, duh sampai sekarang gagal paham. 

Untuk mempermudah, para suhu men-share software untuk dipelajari para anggota kampret.

Apes, baru belajar hingga membuat watermark, software hilang gara-gara laptop ini diinstall ulang, sehingga saya Kembali ke setelan awal: upload foto tanpa watermark.

Di kemudian hari, muncul perdebatan tentang watermark ini, penting gak sih? Ah sudahlah, biarkan para suhu berdebat ya? Sebagai newbie, kita mah potrat potret aja ya? Khususnya karena setiap minggu mereka memberikan challenge tema tertentu.

Nah, hasil foto yang enggak banget apa saja yang pernah saya hasilkan? Yuk check this out:

Tema animal and pets:

ngerumpidotco.my.id

Sebetulnya saya juga memotret kucing, burung hantu, bahkan monyet yang saya temui di pinggir jalan. Tapi komposisinya saya suka ini. Hasil crop tanpa banyak edit warna. Juga kupu-kupu lainnya yang sebetulnya ngga indah, tapi saya pilih lagi - lagi karena komposisinya.

ngerumpidotco.my.id

Banyak challenge cukup menantang sekaligus menambah pengetahuan, diantaranya tema "garis" berikut ini:

ngerumpidotco.my.id

Ini saya ambil ketika sedang menyeberang dibawah jembatan Pasupati Bandung, aslinya berwarna legam karena itu saya edit warnanya, terlihat pada warna daun yang "aneh" karena enggak natural ya?  Problemnya sering seperti itu, membuah cerah objek tapi mengorbankan objek lainnya.

ngerumpidotco.my.id

Salah satu foto yang saya suka adalah ini, ketika sedang hujan dan challenge yang diberikan adalah "bermain dengan cuaca" maka saya neked memotret di tengah air yang membanjiri jalan Dago, lebih tepatnya jadi sungai Dago deh 😀😀

Dalam satu challenge, terkadang saya bingung memilih satu dari sekian banyak foto yang dihasilkan. Pingin memilih yang satu tapi kok yang lain lebih 'nendang'.

ngerumpidotco.my.id

Seperti challenge 'street', akhirnya saya memilih foto bapak tua yang tidur diemperan foto, sementara 'street'nya ngga kelihatan jelas. Karena itu sangat tepat penjelasan almarhum Widianto Didiet bahwa:

Photography adalah paduan ilmu matematika dan seni. 

Harus dirancang, diukur presisinya, dan seni digunakan untuk sentuhan. Jadi ngga bisa seni melulu, karena bisa-bisa pesannya tak tersampaikan.

ngerumpidotco.my.id

Apalagi  memotret makanan, tidak hanya indah tapi harus menyampaikan pesan. Gak cukup caption bertuliskan makanan ini enak, lezat, legend food dan semacamnya.

Hingga detik ini food photography menjadi pekerjaan rumah terberat bagi saya. Beruntung AI sangat menolong ya? walau hasil foto "mentah" tetaplah menjadi penentu hasil foto akhir.

Beberapa tema lainnya saya pelajari, langkah demi langkah. Misalnya macro, minimalist, fashion dan fine art.

ngerumpidotco.my.id

Khusus macro, semula saya terheran-heran, kok foto bunga teman-teman hobby jepret ini bagus-bagus, Ternyata ada fiturnya di kamera untuk macro.

Ini hasil kamera saku Panasonic saya (sekarang kameranya juga sudah almarhum):

ngerumpidotco.my.id

Juga ini:

ngerumpidotco.my.id

Selain itu juga ada tantangan bertema potrait untuk menunjukkan guratan wajah seseorang, kebetulan ada embok jual tempe di pasar yang berkenan dipotret. Dia mengaku usianya sudah 100 tahun. 😀😀

Terakhir saya ke pasar Cihaurgeulis gak bertemu dia lagi, dan saya gak berani bertanya

ngerumpidotco.my.id
portrait fotografi

Tantangan  bertema journalism merupakan salah satu tantangan terberat, karena hasil foto harus bercerita.  Kebetulan sewaktu melewati Gedung Sate, saya melihat ada sekumpulan orang sedang demo.

Gedung sate emang menjadi tempat favorit untuk demo. Penyebabnya mungkin selain kantor gubernur (eksekutif) juga ada kantor anggota DPRD Jabar (legislative) di sampingnya.

ngerumpidotco.my.id
journalism photography

Tantangan lain seperti oldig, keseimbangan dalam posisi, gesture, project alpha betha dan festive seasons akan saya posting berikutnya, karena postingan photography memerlukan effort lebih banyak.

baca juga:

Karena Ngeblog, Aku "Ada"

Enggak Mau Pikun di Usia Dini? Yuk Ngeblog!



0 comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat