A Bona fide Killer: Tentang Perempuan Pembunuh Bayaran, Seorang Kingfisher!
A Bona fide Killer: Tentang Perempuan Pembunuh Profesional, Seorang Kingfisher!
Mau uang Rp 10 juta? Caranya mudah: Tangkap begal! Demikian kurang lebih janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang punya cara “ngawur” dalam menyelesaikan masalah begal di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.
Mengapa ngawur? Lha gimana jika alih-alih menangkap begal, eh malah terkena bacok? Tau sendiri kan, pembegal sering gelap mata sewaktu dilawan?
Seperti kasus yang menimpa K (16 tahun) dan A (17 tahun) pada Sabtu dini hari, 4 Juli 2026. Sekitar pukul 04.00 WIB keduanya pulang dari rumah temannya di kawasan Antapani dengan mengendarai sepeda motor Honda Genio.
Saat melintas di Jalan Cikajang, Antapani (ini wilayah perumahan ya, bukan jalan nasional), keduanya dipepet dan dipaksa berhenti oleh 6 orang pelaku yang mengendarai 2 sepeda motor.
K yang tak mau menuruti kemauan pembegal malah terkena luka bacok. Sangat parah, khususnya bagian kepala, tangan, dan kaki. Dan kini K arus menjalani operasi pemotongan tulang kaki serta amputasi jari.
Menyikapi peristiwa tersebut, KDM (singkatan nama Dedi Mulyadi) berjanji akan memberikan uang Rp 10 juta (berasal dari dana pribadi) bagi siapa pun yang bisa menangkap begal.
Ngaco bukan? KDM harusnya bersinergi dengan lembaga pertahanan dan keamanan serta perangkat daerah, untuk memastikan keamanan warganya. Untuk membayar gaji merekalah, kita membayar pajak.
Drama Korea “A Bona fide Killer” berkisah tentang seorang perempuan pembunuh professional. Dia hanya melakukan tugasnya ketika hukum sudah diotak-atik.
Merupakan adaptasi dari webcomic "Yubunyeo Killer” written by Yoon & illustrated by Geomdung (first published May 16, 2020 via Kakao), drama Korea “A Bona fide Killer” diperankan Kong Hyo-Jin, aktris senior yang berhasil mengoleksi banyak penghargaan.
Di usianya yang menjelang 50 tahun (lahir 1980), Kong Hyo-Jin tanpak tetap cantik, sexy dan awet muda. Dan yang terpenting, aktingnya memang sekeren itu!
Baca juga drama Korea tentang hakim:
Ms. Hammurabi, Karena Pelecehan Seksual Bukan Sekadar Dipegang
The Judge from Hell, Tentang Hakim Iblis dan Etika
Kong Hyo-Jin sebagai Yoo Bo-Na
Seorang perempuan yang lincah seperti puma
Kuat seperti singa
Anggun seperti angsa
Yoo Bo-Na sungguh kelihatan cantik
Yatim piatu sejak kecil dan besar di panti asuhan, Yoo Bo-Na kerap dirundung ibu mertuanya karena hal tersebut. Namun dia tak peduli. Menurutnya berbakti pada ibu dan kakak perempuan suaminya akan berdampak positif pada suami dan anaknya.
Tak terbayangkan andai mereka tahu bahwa Yoo Bo-Na sebetulnya adalah pembunuh professional. Durumi Electronics, tempat bekerja Yoo Bo-Na hanyalah samaran.
Yoo Bo-Na memilih menjadi penembak dengan senapan runduk karena dia tak suka melihat darah. Dia juga tak suka melihat kematian yang menyakitkan di depan matanya. Dengan menjadi penembak jitu, dia tak harus melihat langsung.
Metode ini hanya membuat target lenyap dari dunia ini, tanpa melibatkan kekerasan, kekejaman dan penderitaan yang tidak diperlukan.
Jung Joon-Won sebagai Kwon Tae-Seong
Pria yang hidup bertabur cahaya
Demikian kata Yoo Bo-Na tentang suaminya.
Mungkin karena Kwon Tae-Seong merupakan satu-satunya anak laki-laki di dalam keluarga, sehingga dia mendapat limpahan kasih sayang dari ibu dan saudara-saudara perempuannya.
Kini rasa sayang itu dibagikan pada istri dan anaknya.
Sinopsis Drama Korea A Bona fide Killer
Orang-orang yang sudah muak dengan hukum yang tidak adil ini
Jadi tertarik pada Kingfisher
Seorang pahlawan tangguh penumpas kejahatan
Saat hukum tidak lagi berdaya
Kehadiran Kingfisher seolah oase di padang gurun yang tandus akan keadilan. Residivis yang tak kapok, bahkan setelah dipenjara, akan dilenyapkan Kingfisher dengan sekali tembak dengan menggunakan senapan runduk.
Tentu saja Kingfisher tidak bekerja sendirian. Bersama tim-nya mereka bekerja dengan menyamar sebagai anggota Sales Team 3 dari Perusahaan Durumi Electronics.
Kasus yang masuk dipilah sesuai urgensinya, seperti pedofil yang akan mengulang kebiasaannya melakukan kekerasan seksual, pembunuh berantai yang hanya mendapat hukuman ringan serta kasus ketidak adilan lainnya.
Setelah itu, dilanjut dengan pembagian tugas sesuai skenario yang ditetapkan dan keahlian setiap anggota tim.
Kim Bong-Pal, sebagai ketua tim memiliki keahlian merekayasa kejadian, baik korbannya meninggal atau selamat, hingga nampak seperti kecelakaan. Dia pernah bergabung dengan pasukan khusus AD, sehingga terampil dalam pertarungan jarak dekat.
Si ganteng Ki Young-Do merupakan ahli komputer yang merupakan peretas genius. Yang Ye-Sol bertugas memalsukan semua jenis dokumen, dia punya hobi mempelajari hampir semua keterampilan bela diri, seperti yudo. taekwondo, dan kickboxing.
Go Young-Gap, anggota tim dengan latar belakang medis. Dokter Go punya kemampuan membuat kematian korban menjadi seperti kecelakaan medis. Serta Bong Tae-Min, si eksentrik yang ahli membuat semua jenis senjata canggih, khususnya untuk Yoo Bo-Na, pemilik spesialisasi membunuh jarak jauh dengan senapan runduk hingga dijuluki Kingfisher.
Anggota tim terbaru adalah Oh Hyun-Nam. Keahliannya meramu racun. Oh Hyun-Nam satu-satunya saksi yang pernah melihat wajah Kingfisher, namun dia tak mungkin membongkar rahasia Yoo Bo-Na, orang yang sangat dikaguminya.
Belasan tahun silam, Oh Hyun-Nam hampir mati dibunuh ayahnya yang baru keluar dari penjara. Hukuman penjara akibat membunuh ibu Oh Hyun-Nam rupanya tak membuatnya kapok, sehingga Yoo Bo-Na mengirimnya ke neraka dengan satu tembakan mematikan dari jarak jauh.
Selain menyamar sebagai pegawai Durumi Electronics, kehidupan sehari-hari Yoo Bo-Na seperti perempuan pada umumnya. Dia menikah dengan Kwon Tae-Seong, seorang jurnalis dari media mainstream “Not Today” dan memiliki seorang anak perempuan cantik bernama Kwon Yul.
Sempat cuti selama 3 tahun, Yoo Bo-Na memutuskan untuk kembali menekuni profesinya sebagai pembunuh professional.
Dia dan tim-nya bukan sedang menciptakan dunia tanpa hukum. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang tak dilakukan petugas penegak keadilan. Atau kerap disebabkan ikut campurnya orang yang tak ada urusannya, demi kepentingan pribadi.
Mereka ini mengganggu pengadilan yang benar hingga pelanggar hukum mendapat hukuman yang ringan. Ketika itulah tim bergerak, agar mereka tidak melupakan ADA kekuatan yang lebih mengerikan dari hukum
Seperti yang terjadi pada Tak Jong-Gu, putra bungsu “keluarga kerajaan”, yang terkenal karena kelakuannya yang buruk. Ayahnya seorang anggota parlemen selama 5 periode dan sedang mengincar kusi Ketua Majelis Nasional. Ibunya merupakan pewaris konglomerat.
Tak Jong-Gu punya kegemaran membius perempuan yang ditemuinya, melakukan kekerasan seksual, termasuk merekam dan menyebarkan video porno korbannya.
Pihak berwajib berhasil menemukan puluhan video korban dalam komputernya, namun berkat pengacara dari firma hukum besar yang menyogok dan mengancam korban, Tak Jong-Gu hanya dihukum bersyarat selama 2 tahun.
Dengan satu tembakan Yoo Bo-Na berhasil membunuh Tak Jong-Gu, sekaligus Cheon Seong-Gil yang kebetulan sedang berkelahi dengannya. Cheon Seong-Gil merupakan target pembunuhan tim lain.
Namun tentu saja:
Hukum itu kontrak sosial
Apakah bisa dibenarkan jika seseorang melakukan pelanggaran kontrak dan menghakimi secara pribadi?
Karena itu walau publik berpihak pada Kingfisher dan tim-nya, banyak pihak tidak bisa mengabaikan ulah mereka. Salah satunya adalah Lee Dong-Jin dari pihak kepolisian yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum.
Review Drama Korea A Bona fide Killer
Aku ingin mengajak mereka kembali
Agar ibu tidak menjadi yatim piatu
Hiks pingin nangis melihat adegan Kwon Yul minta tolong pesawat terbang untuk membawanya ke surga untuk bertemu kakek dan neneknya (orang tua FL).
Drama Korea “A Bona fide Killer” emang komplet. Adegan FL dengan keluarga kecilnya, bahkan mertuanya yang jutek, menguarkan aroma manis dan hangat. Berganti dark dan mencekam sewaktu FL melakukan tugas sebagai pembunuh bayaran.
Sayang, keasyikan menonton akting Kong Hyo-Jin sebagai Yoo Bo-Na (FL) ternoda di episode 6. Ketika menyusup ke kamar target, mendadak FL tidak professional. Dia mencampur ramuan dan membuang seluruh isi lemari pendingin, tanpa sarung tangan!
Dia juga gak focus pada tugasnya, malah dengan arogan melepas earphone dan ribet adu kemampuan bertarung dengan seorang perempuan (kemudian diketahui mereka sama-sama pembunuh bayaran, tapi beda tim), sehingga FL seperti gak punya batasan. Dia serba bisa.
FL digambarkan sebagai penembak jitu terbaik, pembunuh bayaran terbaik, petarung jarak dekat terbaik, ahli strategi hebat, secara fisik mampu mengalahkan lawan yang lebih muda dan selalu benar. Jadi buat apa dong ada tim dan scenario kerjanya?
Daripada menciptakan karakter FL yang sakti mandraguna, mengapa tidak membuat FL yang punya keterbatasan, sehingga harus lari ketika bertemu petarung yang lebih muda?
Bukankah dengan demikian karakter FL akan menjadi lebih manusiawi dan lebih masuk akal?
Karakter FL yang berubah menjadi super hero, tak terkalahkan dan dipuja para yuniornya, rupanya tak disukai banyak penonton. Hal ini terlihat dari menurunnya rating drama Korea “A Bona fide Killer”. Rating dari IMDb menurun drastis dari 9,2/10 di episode pertama menjadi hanya 8,1/10 di episode 6.
Mydramalist juga mencatat penurunan rating dari 8,3/10 di awal penayangan, menjadi hanya 7,8/10. Walau penonton Korea Selatan tetap antusias dari waktu ke waktu, diawali rating 7.4% (nationwide) dan 6.8% (Seoul), drama Korea “A Bona fide Killer” mencatat kenaikan signifikan menjadi 10.2% (nationwide) dan 9.8% (Seoul) di episode 6.
Mungkin, (seperti saya) penonton Korea Selatan harap-harap cemas menunggu episode ketika ML akhirnya mengetahui pekerjaan istrinya (FL) sebagai pembunuh bayaran. Walau drama Korea “A Bona fide Killer” dibuat berdasarkan webcomic "Yubunyeo Killer”, bukankah endingnya kerap berbeda?
Baca juga drama Korea:
The Devil Judge, Mahalnya Harga Keadilan!
Vigilante, Takut Darah? Jangan Nonton!
Profile
Drama: A Bona fide Killer / Killer of Married Woman (literal title)
Revised romanization: Yubunyeo Killer
Hangul: 유부녀 킬러
Director: Yoon Jong-Ho
Writer: Yoon ( webcomic), Geomdung (webcomic), Kim Eun-Hee
Network: MBC
Episodes: 14
Release Date: July 31 - September 12, 2026
Runtime: Friday & Saturday 21:50
Language: Korean
Country: South Korea






.png)

0 comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat